Terkejut! Itulah yang saya lihat ketika
Jerman ditumbangkan Spanyol di Final Euro tanggal
29 Juni kemarin. Bagi mereka yang menyaksikan -- dan tentunya saya juga -- mungkin bilang,
"Jerman kalah segalanya." Saya -- yang mendukung Jerman di Euro -- setuju. Saya menyaksikannya di rumah teman -- di Dumai
RCTI mengacak sinyal dan teman saya punya
Indovision.
Saya tidak bisa melihat permainan yang bisa dibilang asik dari Jerman. Justru Spanyol yang berhasil menekan pasukan Der Panzer di babak pertama. Dan mereka mencetak gol.
Fernando Torres saat itu berhasil lolos dari kawalan
Philipp Lahm dan menceploskan bola ke gawang
Jens Lehmann.
Oh TIDAAK!!!
Saya terus berdoa agar Jerman bisa menyerang dan berhasil mencetak gol pada masa istirahat.
Well, Jerman bisa menyerang -- berhasil menciptakan peluang -- tetapi tidak bisa mencetak gol karena penyelesaian akhir yang buruk. Jerman kalah, saya mengaku Spanyol memang pantas menjadi juara.
Saya bertanya-tanya.
Apakah yang menyebabkan Spanyol berhasil menang? Mengapa Jerman kalah?
1.
Ballack tidak main. Michael Ballack adalah gelandang yang sangat berpengaruh di lapangan. Ia juga seorang gelandang yang kerap membikin peluang Jerman untuk mencetak gol. Dia dapat bergerak cepat ala
blitzkrieg untuk membuka peluang, dan sundulannya memanfaatkan bola-bola mati sangat hebat. Tanpa Ballack, Jerman kehilangan kreator ulung di lini tengah dan praktis
Miroslav Klose dan
Lukas Podolski di depan tidak mampu berbuat banyak. Mereka bukan tipe pemain yang dapat membuat peluang. Pantengin dari
DetikSport:
http://pialaeropa.detiksport.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/29/time/162652/idnews/964311/idkanal/514/idpartner/2.
Jens Lehmann bukan kiper yang bagus. Terbukti dengan banyaknya gol (
7, yang di final juga diitung) yang bersarang di gawangnya. Bandingkan dengan Spanyol. Juga, saat Jerman dikalahkan
Kroasia 2-1, gol kedua Kroasia terjadi gara-gara Lehmann membuat blunder, tak bisa menangkap bola. Jadilah saat itu striker Kroasia yang saya lupa namanya menjebol gawang Jerman.
Well, apa daya. Sekarang saya harus cukur kumis sebelah dan alis juga, gara-gara pemakai XL... (T_T) hiks...